Tampilkan postingan dengan label Economy News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Economy News. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Maret 2010

Pemerintah Intervensi BoK, Suku Bunga Ditahan di Level 2%

(Vibiznews – Economy) – Gubernur Bank of Korea, Lee Seong Tae, memutuskan unuk mempertahankan suku bunga di Korea Selatan dalam pengumuman hari ini (11/03). Suku bunga acuan diputuskan untuk dipertahankan pada posisi paling rendah sepanjang sejarah untuk membantu menggiatkan investasi dan menurunkan tingkat pengangguran di negara ini.

Lee msmutuskan untuk mempertahankan suku bunga pada posisi 2%. Keputusan ini sejalan dengan estimasi para analis sebelumnya. Pada awal minggu ini Menteri Keuangan Korea Selatan, Yoon Jeung Hyun, telah menyatakan pendapatnya bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk menaikkan suku bunga.

Bank sentral Korea Selatan telah memperoleh tekanan dari pemerintah untuk mempertahankan suku bunga pada level rendah. Tingkat pengangguran di bulan Januari lalu menunjukkan kenaikan, sementara pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan. Meskipun ekspor cenderung membaik dan telah terjadi kenaikan keyakinan di sektor manufaktur, akan tetapi sinyal membaiknya ekonomi belum sepenuhnya kuat.

Sejak bulan Januari lalu pemerintah Korea Selatan telah mengintervensi bank sentral. Wakil menteri keuangan selalu hadir dalam rapat penetapan tingkat bunga yang dilakukan oleh bank sentral. Diharapkan secara luas bahwa bank sentral baru akan melakukan peningkatan tingkat bunga pada bulan Juli 2010 mendatang.
read more...

Selasa, 23 Februari 2010

Dollar AS Sedikit Tertekan Pernyataan The Fed dan Minyak Mentah.

(Vibiznews-Economy) - Presiden Federal Reserve San Fransisco Janet Yellen mengemukakan bahwa ekonomi Amerika Serikat masih akan beroperasi dibawah kapsitas potensialnya dalam dua tahun ini, demikian diungkapkan dalam pernyataannya pagi tadi (23-02 WIB) di San Diego.

Dengan demikian ekonomi negara tersebut masih memerlukan kebijakan kelonggaran moneter berupa tingkat suku bunga acuan yang rendah, untuk memperoleh kekuatan ekonomi kembali.

Lebih lanjut Presiden Janet Yellen mengemukakan bahwa walaupun The Fed telah menaikan tingkat suku bunga diskonto untuk pinjaman langsung menjadi 0.75%, hal tersebut tidak berarti mulai adanya pengetatan kebijakan moneter.

Analis Vibiz Reserach dari Vibiz Consulting mengemukakan bahwa ini Dollar AS merespon hal tersebut dengan bergerak melemah pada dini hari tadi. Indeks Dollar AS melemah dari kisaran 80.63 atau skitar 0.20% (-0.20%) dan terpantau berada pada kisaran 80.47.

Selain itu pada perdagangan komoditi harga spot minyak mentah Light sweet NYMEX sedikit menguat menjadi 79.92 USD/bbl atau sekitar 0.06%. Kecenderungan menguatnya harga minyak mentah ini diperkirakan masih akan memberikansedikit tekanan terhadap Dollar AS.


read more...

Rabu, 17 Februari 2010

Indeks Pergerakan Ekonomi Australia di Bulan Desember Naik 0.5% (m/m)

(Vibiznews – Economy) – Sebuah data ekonomi penting dari Australia telah dirilis pagi hari ini (17/02). Indeks yang menggambarkan indikator pergerakan ekonomi mengalami peningkatan di bulan Desember lalu. Kenaikan indeks ini mencapai posisi tertinggi dalam lebih dari satu tahun belakangan seiring melajunya bursa saham dan meningkatnya persetujuan pembangunan rumah.

Indeks yang menggambarkan arah pergerakan ekonomi ini mengalami peningkatan sebesar 0.5% dibandingkan bulan November lalu. Saat ini indeks berada pada posisi 256.4 poin. Institusi yang mengeluarkan pengukuran indeks ini adalah Westpac Banking Corp dan Melbourne Institute. Indeks ini mengalami pertumbuhan tahunan sebesar 6.2%.

Prospek pemulihan ekonomi di Australia kembali ditanggapi dengan positif setelah bulan Februari ini bank sentral Australia, RBA, memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga setelah selama tiga bulan sebelumnya secara gradual meningkatkan suku bunga acuan. Keputusan ini dianggap akan makin mempersolid proses pemulihan ekonomi di negara tersebut.

Keputusan RBA untuk mempertahankan suku bunga ini didasari oleh masih terbatasnya dampak dari peningkatan suku bunga selama 3 bulan sebelumnya. Suku bunga di Australia telah mengalami peningkatan sebesar 75 bps sejak mencapai posisi rekor terendah 3%.


read more...

Sektor Jasa Jepang Turun 0.9% (m/m) di Bulan Desember Lalu

(Vibiznews – Economy) – Pagi hari ini telah dirilis sebuah data ekonomi yang penting dari Jeoang (17/02). Permintaan di sektor jasa di Jepang mengalami penurunan paling besar dalam sembilan bulan belakangan pada bulan Desember lalu. Kondisi melemahnya sektor jasa ini disebabkan oleh turunnya belanja di sektor jasa oleh rumah tangga.

Pada bulan Desember lalu indeks tersier yang menjadi penyumbang 63% ekonomi Jepang tampak mengalami penurunan sebesar 0.9% dibandingkan bulan November sebelumnya. Penurunan di sektor jasa ini jauh melampaui estimasi yang hanya memperkirakan terjadi penurunan sebesar 0.2%.

Penurunan di sektor jasa ini disinyalir salah satunya diakibatkan oleh sudah makin menipisnya imbas dari stimulus yang diberikan oleh pemerintah Jepang. Stimulus yang didorong oleh kondisi ekonomi global yang mulai mengalami pemulihan sebelumnya telah menggerakkan ekonomi Jepang dan mengalami pertumbuhan tahunan sebesar 4.6% pada kuartal keempat 2009.

Dibandingkan dengan pemulihan di sektor manufaktur, pemulihan di sektor jasa berjalan dengan lebih lambat. Kondisi ini terjadi setelah pengeluaran rumah tangga untuk sektor jasa mengalami penurunan. Di kuartal keempat lalu belanja sektor jasa oleh rumah tangga mengalami penurunan sebesar 0.3% dibandingkan kuartal sebelumnya.


read more...

Selasa, 09 Februari 2010

Rupiah Melemah, Masih Terpengaruh Lesunya Bursa

(Vibiznews - Economy) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah masih kompak melemah. Hadirnya emiten baru PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) belum mampu memberikan sentimen positif di pasar.

Pada perdagangan Selasa (9/2/2010), IHSG dibuka langsung melorot 19,491 poin (0,79%) ke level 2.456,081. IHSG terus melemah dan pada 15 menit pertama perdagangan tercatat turun 25,090 poin (1,01%) ke level 2.450,482.

Sementara nilai tukar rupiah dibuka melemah ke level 9.425 per dolar AS, dibandingkan posisi akhir perdagangan kemarin di level 9.390 per dolar AS.

Bursa-bursa regional sebagian mulai rebound dengan indeks Nikkei-225 masih melemah 44,17 poin (0,44%) ke level 9.907,65. Namun Hang Seng sudah menguat 72,29 poin (0,36%) ke level 19.621,18. Indeks Straits Times naik tipis 2,38 poin (0,09%) ke level 2.696.

Bursa-bursa regional bergerak variatif setelah Wall Street kemarin juga dilanda aksi jual besar, yang menyebabkan indeks Dow Jones merosot di bawah level 10.000.


read more...

Penjualan Eceran Inggris Menguat Sedikit di Bulan Januari

(Vibiznews – Economy) – Pada pagi hari ini data penting dari Inggris telah dirilis (09/02). Data penjualan eceran menunjukkan terjadi kenaikan pada bulan Januari lalu, meskipun kenaikan tersebut merupakan yang paling lambat dalam 15 tahun belakangan. Sementara itu permintaan rumah mengalami penurunan karena musim dingin mengakibatkan turunnya belanja masyarakat.

Penjualan eceran di bulan Januari lalu mengalami kenaikan tahunan sebesar 1.2%, demikian menurut data dari British Retail Consortium. Sementara itu agen real estate menyatakan bahwa permintaan rumah mengalami penurunan.

Gubernur Bank Sentral Inggris, Mervyn King, menyatakan bahwa data ekonomi pada bulan Januari memang akan mengalami kondisi yang bervariasi. Kondisi volatile ini disebabkan karena ekonomi Inggris baru saja mulai meninggalkan resesi terburuknya sepanjang sejarah. Sementara itu berakhirnya pengurangan pajak penjualan dan cuaca dingin telah mengakibatkan keengganan masyarakat untuk berbelanja di toko.
read more...

Rabu, 03 Februari 2010

Keyakinan Konsumen Inggris Menguat, Kondisi Ekonomi Masih Rentan

(Vibiznews – Economy) – Pada pagi hari ini telah dirilis sebuah data ekonomi penting dari Inggris (03/02). Tercatat bahwa keyakinan konsumenInggris di bulan Januari lalu telah mengalami kenaikan. Kenaikan keyakinan konsumen ini sejalan dengan kondisi ekonomi yang mulai pulih dari resesi paling parah yang pernah terjadi di negara ini.

Indeks yang menggambarkan sentiment konsumen terhadap kondisi ekonomi di Inggris tampak mengalami peningkatan sebesar 3 poin di bulan Januari lalu. Saat ini indeks keyakinan konsumen tersebut berada di posisi 73 poin.

Pertumbuhan ekonomi Inggris kembali positif di kuartal keempat tahun 2009 lalu seiring dengan kenaikan harga property dan mulai turunnya tingkat pengangguran. Bank of England besok diharapkan akan menunda pembelian obligasi darurat karena pembelian sebelumnya senilai 200 miliar poundsterling diharapkan telah menimbulkan efek pemulihan yang cukup besar.

Meskipun saat ini sinyal positif dari sektor manufaktur dan tenaga kerja telah membantu peningkatan keyakinan konsumen, akan tetapi kondisi ekonomi di negara ini belum dapat dikatakan telah stabil sepenuhnya. Kondisi ekonomi Inggris kemungkinan masih akan mengalami tekanan dan saat ini masih dalam tahap yang sangat rentan.

read more...

Sektor Jasa Australia Kontraksi Untuk Pertama Kali dalam 4 Bulan

(Vibiznews – Economy) – Pada pagi hari ini telah dirilis sebuah data ekonomi yang cukup penting dari Australia (03/02). Industry jasa di negara ini tampak mengalami kontraksi di bulan Januari lalu, untuk pertama kalinya dalam empat bulan belakangan. Kontraksi sektor jasa ini merupakan sinyal bahwa peningkatan suku bunga yang telah dilakukan memperlambat permintaan.

Kinerja sektor industry jasa tampak mengalami penurunan sebesar 2.6 poin dari bulan Desember lalu. Saat ini indeks yang menggambarkan kinerja sektor jasa berada di level 47.4 poin. Angka di bawah 50 poin merupakan indikator bahwa terjadi kontraksi.

Secara tidak terduga RBA telah menunda kenaikan suku bunga pada pengumuman yang dilakukan kemarin. Langkah RBA untuk menunda kenaikan suku bunga ini disinyalir merupakan efek dari pemotngan pekerja yang kian marak dilakukan. Kondisi ekonomi di Australia untuk saat ini masih cenderung berada dalam fase yang kurang jelas.

Indeks yang menggambarkan kondisi sektor jasa ini telah mengalami penurunan mulai dari bulan Oktober 2009 lalu, yaitu setelah RBA pertama kali memutuskan untuk kembali menaikkan suku bunga yang saat itu berada di level terendah sepanjang sejarah.


read more...

Selasa, 02 Februari 2010

Jelang Penetapan Suku Bunga Keyakinan Bisnis Australia Melemah

(Vibiznews – Economy) – Pada pagi hari ini telah dirilis sebuah data ekonomi yang penting dari Australia (02/02). Tingkat keyakinan bisnis di Australia menunjukkan penurunan di bulan Desember lalu. Indeks yang menggambarkan keyakinan para pelaku bisnis mengenai kondisi ekonomi dalam negeri ini melemah dan mencapai posisi terendah dalam enam bulan belakangan.

Indeks keyakinan bisnis mengalami penurunan sebesar 11 poin ke posisi 8 poin. Meskipun mengalami penurunan yang cukup besar, akan tetapi angka di atas 0 poin masih menunjukkan bahwa junlah pihak yang optimis melebihi pihak yang pesimis.

Pada hari ini diperkirakan RBA akan kembali meningkatkan suku bunga acuan. Suku bunga di Australia telah mengalami kenaikan gradual sejak bulan September 2009 lalu. Kenaikan suku bunga ini boleh jadi mengakibatkan keyakinan kondisi ekonomi Australia agak melemah. Hari ini RBA diperkirakan akan menaikkan suku bunga ke posisi 4%, atau sebesar 25 bps.

RBA merupakan satu-satunya bank sentral di dunia yang telah melakukan peningkatan suku bunga secara gradual setiap bulan. Meskipun demikian jika data ekonomi penting menunjukkan kondisi yang melemah boleh jadi RBA akan melakukan penundaan peningkatan suku bunga lebih lanjut di bulan-bulan berikutnya.

read more...

Rupiah Dibuka Stabil, Tampak Berpotensi Menguat

(Vibiznews – Economy) – Pada perdagangan hari ini nilai tukar rupiah di pasar spot antarbank Jakarta bergerak stabil (sideways) terhadap dolar Amerika Serikat. Rupiah tampak mengalami pembukaan di level 9.335-9.435/US$.(02/02)

Pada penutupan Senin, 1 Februari 2010, di pasar spot antarbank Jakarta, mata uang lokal itu ditutup pada posisi 9.385 per dolar AS. Sedangkan data kurs tengah mata uang asing Bank Indonesia, rupiah bercokol di level 9.395/US$.

Sementara itu, mata uang regional yang juga menguat terhadap dolas AS di antaranya dolar Singapura, dolar Hong Kong dan Australia, serta peso Philipina.

Berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 08.30 WIB, rupiah hari ini bergerak di posisi 9.365 per dolar AS.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa kurs rupiah sampai penutupan transaksi nanti cenderung menguat dengan kisaran level 9.350-9.400/US$. Sebab, pergerakan positif bursa Wall Street (Dow Jones) semalam bisa mempengaruhi posisi indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini.

read more...

Upah di New Zealand Naik Paling Kecil dalam 9 Tahun Belakangan

(Vibiznews – Economy) – Pada pagi hari ini telah dirilis data ekonomi mengenai tingkat upah di New Zealand (02/02). Terungkap bahwa tingkat upah di New Zealand mengalami peningkatan paling kecil dalam Sembilan tahun belakangan di kuartal keempat tahun 2009 lalu. Kondisi ini merupakan akibat dari kondisi ekonomi yang masih berada di awal proses pemulihan dari resesi.

Upah untuk para pekerja di sektur swasta, tidak termasuk lembur, mengalami peningkatan sebesar 1.5% pada kuartal keempat lalu, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan upah ini merupakan yang paling kecil sejak tahun 2000 lalu. Sementara itu dari kuartal ketiga tingka upah ini menunjukkan kenaikan sebesar 0.3%.

Ekonomi New Zealand pada tahun 2009 lalu diperkirakan mengalami kontraksi sebesar 1.4%. New Zealand terkena imbas yang cukup parah dari krisis keuangan yang terjadi di dunia. Negara ini mengalami resesi yang paling parah selama tiga dekade belakangan imbas turunnya permintaan ekspor negara ini.

Tampak nilai tukar kiwi dolar yang merupakan mata uang New Zealand, mengalami pergerakan yang tidak terlalu terpengaruh. Saat ini kiwi tampak berada di posisi 0.7079 dolar. Pada penutupan perdagangan dini hari tadi mata uang ini berada di posisi 0.7081 dolar.
read more...